Warga Siantar–Simalungun Menanti Kepedulian Pemimpinnya: Mahasiswa Terdampak Bencana di Langsa Masih Bertahan di Pengungsian

banner 468x60

24 MEDIA SUMUT Siantar – Di tengah kepanikan dan suasana darurat pascabencana di Kota Langsa, Aceh, puluhan mahasiswa asal Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka adalah anak-anak daerah—termasuk mahasiswa asal Kelurahan Bantan dan sitalasari dan timbang Galung beberapa dari wilayah Kecamatan Siantar serta Simalungun—yang sedang menuntut ilmu di Langsa, namun kini terjebak dalam situasi sulit tanpa kepastian.

Pada Minggu (07/12), para mahasiswa itu mengirimkan kabar bahwa kondisi mereka semakin memprihatinkan. Keterbatasan logistik, akses komunikasi yang tidak stabil, serta rasa takut akan banjir susulan membuat mereka berharap bisa segera dipulangkan ke kampung halaman.

Di tengah situasi genting ini, warga Siantar dan Simalungun mulai membandingkan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang menjemput 77 mahasiswanya langsung dari Langsa pada Kamis (4/12/2025). Kepulangan mereka disambut haru oleh keluarga di Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu—sebuah tindakan konkret yang menuai apresiasi luas.

Kisah Labuhanbatu itu seharusnya menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain. Orang tua para mahasiswa di Siantar dan Simalungun kini bertanya: di mana perhatian wali kota dan bupati untuk warganya?

Beberapa orang tua mengaku terus menunggu kabar baik dari pemerintah daerah.

“Anak kami di sana takut dan bingung. Kalau Labuhanbatu bisa menjemput, kenapa tidak Siantar dan Simalungun? Mereka juga anak bangsa yang sedang merantau untuk menuntut ilmu,” ungkap seorang ibu mahasiswa asal Kelurahan Bantan.

Para mahasiswa Siantar–Simalungun di Langsa juga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah. Mereka mengaku ingin pulang agar bisa berkumpul dengan keluarga sampai situasi benar-benar aman.

Hingga hari ini, belum ada informasi resmi terkait upaya penjemputan mahasiswa oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar maupun Pemerintah Kabupaten Simalungun. Padahal, tindakan cepat sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan mahasiswa yang tengah berada di daerah terdampak bencana.

Masyarakat berharap agar Wali Kota Pematangsiantar dan Bupati Simalungun segera melakukan langkah konkret, berkoordinasi dengan pihak kampus di Langsa, serta menjemput warga mereka sebagaimana yang telah dilakukan oleh Pemkab Labuhanbatu.

Keselamatan warga adalah tanggung jawab pemerintah. Saatnya pemimpin hadir dan menjemput anak-anak daerah yang sedang menunggu uluran tangan dari kampung halaman.(Tim)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60