24 media Sumut Samosir, – Aktivitas sejumlah meja permainan tembak ikan di kawasan wisata Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menuai keresahan warga. Keberadaan permainan yang tersebar di beberapa titik dengan jarak relatif berdekatan itu memunculkan pertanyaan serius tentang pengawasan aparat penegak hukum di salah satu gerbang utama pariwisata Pulau Samosir.
Berdasarkan pantauan, sejumlah meja permainan tampak beroperasi dan didatangi warga. Di tengah kawasan yang dikenal sebagai tujuan wisatawan untuk menikmati keindahan Danau Toba dan mengenal budaya Batak tersebut, aktivitas itu justru memantik kekhawatiran masyarakat.
Seorang penjaga yang ditemui di lokasi menyebut meja-meja permainan tersebut merupakan milik seseorang berinisial M.
Seorang warga bermarga Bakkara menyayangkan keberadaan aktivitas tersebut. Menurutnya, Tomok seharusnya menjadi kawasan wisata yang mencerminkan kenyamanan, kekayaan budaya, dan citra positif pariwisata Danau Toba.
“Orang datang ke Tomok mau menikmati keindahan alam, mengenal budaya, melihat Patung Sigale-gale, dan belanja suvenir. Jangan sampai menemukan aktivitas tak bagus,” ujarnya, Sabtu (31/10).
Ia juga mempertanyakan mengapa sejumlah meja permainan dapat beroperasi di beberapa lokasi yang berdekatan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.
Bahkan, muncul kecurigaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya pihak yang melindungi operasional permainan tersebut.
Warga mendesak Kapolres Samosir turun langsung memeriksa lokasi serta meminta Polda Sumatera Utara mengevaluasi pengawasan di kawasan wisata Tomok. Jika ditemukan unsur perjudian atau tindak pidana lainnya, mereka meminta aparat bertindak tegas sesuai ketentuan hukum.
Persoalan ini bukan sekadar soal meja permainan yang berdiri di kawasan wisata. Lebih jauh, publik mempertanyakan konsistensi pengawasan dan penegakan hukum di tengah upaya pemerintah menjaga reputasi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Samosir. Upaya konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Samosir, IPTU Antonius Hutahaean, S.H., M.H., juga belum mendapatkan tanggapan.
Laporan: Tim



